Personal

Karena separuh aku, dirimu!

Posted on

Judul diatas pastilah sudah sangat familiar ditelinga, tapi.. ini bukanlah tentang syair lagu Band Noah, tapi tepat hari ini adalah Wedding Anniversary saya yang ke-3, semoga akan menjadi 4, 5, 100 dan seterusnya, Amien!

Bunda, banyak hal telah kita lalui, suka dan duka, susah dan senang, tertawa dan menangis, yang harus membuat kita makin dewasa, makin menyatu dalam setiap perbedaan.

Maafkan jika aku belum bisa menjadi imam yang baik, belum bisa menjadi Ayah yang baik untuk Aqila, tetap ingatkan aku ketika aku mulai berjalan tak lurus dan beritahu aku saat aku mulai lupa akan tanggung jawabku.

Jujur…! Aku bahagia bersamamu.

“Setiap hembusan angin membawa harumanmu untukku. Setiap kicauan burung mendendangkan namamu untukku. Setiap mimpi yang hadir membawa wajahmu untukku. Aku milikmu, aku milikmu, jauh maupun dekat. Dukamu adalah dukaku, seluruhnya milikku, di manapun ia tertambat.” (Syair Cinta Laila Majnun)

Advertisements

Memilih pemimpin itu seperti minum obat

Posted on

Hari ini adalah hari dimana PILKADA DKI putaran kedua digelar, ada dua psangan calon yang akan memperebutkan suara masyarakat Jakarta, pasangan Foke-Nara & Jokowi-Ahok.

Menurut saya, memilih pemimpin itu layaknya kita “minum obat” saat kita sakit, jadi kita mesti menjadi selektif, mesti mencari yang tingkat madhorot (resiko negatif) nya paling kecil, musti memilih yang efek sampingnya paling sedikit, syukur-syukur yang tidak menimbulkan efek samping sama sekali.

Bagaimana cara kita tahu pilihan yang madhorotnya paling kecil?

Kita semua tahu bahwa hampir disetiap kemasan obat itu selalu mencantumkan “komposisi” dan “efek samping”, sama halnya dengan pemilukada, kita bisa melihat jejak rekam masing-masing psangan calon, bisa dari media, bisa dari survey, bisa juga karena kita mengerti & mengalami langsung rekam jejak masing-masing pasangan calon, misalkan masyarakat Jakarta pasti tahu rekam jejak Foke-Nara, masyarakat Jakarta yang pernah tinggal di Solo dan Bangka Belitung pasti tahu rekam jejak Jokowi dan Ahok.

Dari situ kita bisa simpulkan pasangan mana yang “menurut kita” mempunyai “efek samping” yang paling minim.

Untuk para pemilih yang sudah menentukan pilihannya diputaran pertama dan ternyata pilihannya kalah pada putaran pertama tersebut, saya ibaratkan orang sakit yang hendak minum obat tapi obat tersebut sudah tidak diproduksi lagi, jadi ya mau tidak mau memilih yang minim madhorotnya tadi, daripada tidak meminum obat sama sekali, maka sakitnya akan bertambah parah dan berlangsung lama. Memang suatu saat nanti tanpa kita meminum obat,  sakit tersebut akan sembuh sendiri, tapi… sembuh disini ada dua artian, sembuh karena menjadi sehat atau sembuh dalam artian “mati”, karena mati juga berarti sembuh dari sakit.

So… tentukan pilihan Anda, yakinkan hati bahwa ketika Tuhan menciptakan “sakit” maka Tuhan juga menciptakan “obat” untuknya.

Postingan Gado-Gado (3)

Posted on

Ini postingan gado-gado yang ketiga, hehe…

  • Aqila ulang tahun yang pertama — 26 Agustus 2011
  • Aqila skrg sudah bisa jalan.
  • Pindah kerja dengan kesempatan belajar system baru, PSeries (AIX)
  • Alhamdulillah dah bisa nyetir mobil.
  • Mudik lebaran bareng Aqila dan Bundanya Aqila.
  • 2nd anniversary — 15 Oktober 2011, luvyu poreper bun…
  • Lagi pingin beli kamera Canon EOS 7D 🙂

Happy 1st Anniversary

Posted on Updated on

Genap Setahun seneng dan susah kita jalanin bersama, hadiah terindahpun (Aqila) telah diberikan Allah ditengah-tengah kita, semoga kebahagiaan, kebersamaan, dan kemesraan ini berlanjut hingga ajal menjemput, Happy 1st Anniversary ya Bun… ailupyuh.

Masih banyak hal yang musti kita pelajari, masih banyak salah yang musti kita benahi, dan masih banyak langkah yang musti kita cermati, tapi aku yakin kebersamaan kita akan membuat kita bisa menjadikan semuanya Indah, untuk kita, untuk orang disekeliling kita dan yang pasti untuk Anak kita tercinta, Amien.