BlankOn

Masalah-masalah phpVirtualBox

Posted on Updated on

Meneruskan tulisan kemarin tentang instalasi phpvirtualbox di BlankOn Rote, hari ini ditemukan sedikit problem bahwa vm-vm yang dibuat sebelum menginstall phpVirtualBox dan extpack nya, ketika dijalankan maka akan muncul “access denied”.

Solusinya mudah, berikan hak akses secukupnya terhadap user “vbox” atas folder dimana vm-vm tersebut berada.

# chown -R vbox:vboxusers /path/lokasi_vms

Problem selanjutnya adalah ketika vm-vm tersebut dijalankan maka menu “console” nya  tidak berfungsi (grey area), dan berikut solusinya :

List dulu vm-vm yang ada di mesin kita :

# su - vbox
$ VBoxManage list -l vms | grep Name:
Name:         Windows Seven
Name:         Ubuntu 12.04
Name:         BlankOn Rote

Terlihat ada tiga vm yang kita punya, tapi disini saya contohkan satu mesin saja 🙂

$ VBoxManage modifyvm "BlankOn Rote" --vrdeport 9000-9010
$ VBoxManage modifyvm "BlankOn Rote" --vrde on
$ VBoxManage controlvm "BlankOn Rote" vrde on

Ternyata dan ternyata; ada cara yang lebih mudah, tinggal klik kanan pada Nama VM — Settings — Display — Remote Display, kemudian aktifkan dan sesuaikan.

setting_display

Bagaimanapun lewat console tetap lebih indah 🙂

Advertisements

Install phpvirtualbox di BlankOn

Posted on Updated on

Ini adalah tutorial bagaimana caranya menginstall phpVirtualBox di BlankOn Rote, tentunya sebelum menginstall phpVirtualBox kita harus menginstall VirtualBox nya terlebih dahulu.

Install VirtualBox, apache2, PHP dan unzip.

$ sudo -s
# apt-get update
# apt-get install virtualbox
# apt-get install apache2 php5 unzip

Buat user vbox

# useradd -m vbox -G vboxusers,cdrom
# passwd vbox

Periksa terlebih dahulu versi virtualbox yang terinstall di BlankOn Rote, kemudian download paket yang sesuai dengan versi VirtualBox yang ada di mesin kita.

# dpkg -s virtualbox | grep Version
Version: 4.1.18-dfsg-1

Dikarenakan versi VirtualBox yang terinstall di mesin kita adalah versi 4.1.18, maka kita download phpvirtualbox-4.1-11.zip

# wget http://phpvirtualbox.googlecode.com/files/phpvirtualbox-4.1-11.zip
# unzip phpvirtualbox-4.1-11.zip
# mv phpvirtualbox-4.1-11 /var/www/phpvirtualbox
# cd /var/www/phpvirtualbox
# mv config.php-example config.php

Ubah berkas “config.php”, sesuaikan dengan username dan password  user “vbox” yang tadi dibuat.

# vi config.php
var $username = 'vbox';
var $password = 'pass';

Ubah juga berkas “/etc/default/virtualbox”

# vi /etc/default/virtualbox
VBOXWEB_USER=vbox

Install Extension Pack, sesuaikan juga dengan versi VirtualBox yang terinstall di mesin BlankOn Rote

# wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.1.8/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.1.8.vbox-extpack
# VBoxManage extpack install Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.1.8.vbox-extpack
0%...10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100%
Successfully installed "Oracle VM VirtualBox Extension Pack".

Login menggunakan user vbox

# su - vbox
$ VBoxManage setproperty websrvauthlibrary null
$ /usr/lib/virtualbox/vboxwebsrv &

Testing akses menggunakan user “admin” dan password “admin”
http://ip_address_blankon/phpvirtualbox

phpvirtualbox

Selesai dan semoga bermanfaat.

Membangun Active Directory / Domain Controller menggunakan BlankOn & Samba4

Posted on

Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasi membuat Active Directory / Domain Controller menggunakan  SAMBA4 di Linux BlankOn, tutorial ini didemokan saat BlanKonf4.

Install software-software yang dibutuhkan :

# apt-get install build-essential libacl1-dev libattr1-dev libblkid-dev 
libgnutls-dev  libreadline-dev python-dev python-dnspython gdb pkg-config 
libpopt-dev libldap2-dev dnsutils libbsd-dev attr krb5-user

1. Konfigurasi Samba4

Download, extract, install dan lakukan konfigurasi

# cd /usr/local/src
# wget http://ftp.samba.org/pub/samba/rc/samba-4.0.0rc5.tar.gz
# tar -xvf samba-4.0.0rc5.tar.gz
# cd samba-4.0.0rc5
# ./configure --enable-debug --enable-selftest
# make
# make install

Provisioning domain, sesuaikan dengan nama domain Anda

# /usr/local/samba/bin/samba-tool domain provision --realm=blankonf.blankon.in 
--domain=BLANKONF --adminpass='p@ssw0rd' --server-role=dc --dns-backend=BIND9_DLZ

Jalankan samba4, “-d3” melambangkan debug level, semakin tinggi nilainya maka semakin detail debug yang ditampilkan

# /usr/local/samba/sbin/samba -i -M single -d3

Testing menggunakan smbclient

# /usr/local/samba/bin/smbclient -L localhost -U%
Domain=[BLANKONF] OS=[Unix] Server=[Samba 4.0.0rc5]

	Sharename       Type      Comment
	---------       ----      -------
	netlogon        Disk
	sysvol          Disk
	profiles        Disk
	share           Disk      Sharing Data
	IPC$            IPC       IPC Service (Samba 4.0.0rc5)
Domain=[BLANKONF] OS=[Unix] Server=[Samba 4.0.0rc5]

	Server               Comment
	---------            -------

	Workgroup            Master
	---------            -------
# smbclient //localhost/netlogon -UAdministrator%'p@ssw0rd' -c 'ls'
Domain=[BLANKONF] OS=[Unix] Server=[Samba 4.0.0rc5]
  .                                   D        0  Tue Nov 27 16:55:37 2012
  ..                                  D        0  Tue Nov 27 16:55:52 2012

		48991 blocks of size 131072. 14072 blocks available

Testing membuat user via samba

# /usr/local/samba/bin/samba-tool user add demo1

Check user yang barusan dibuat

# /usr/local/samba/bin/wbinfo -u
Administrator
Guest
krbtgt
dns-samba
demo1

2. Konfigurasi Bind untuk DNS

Setting berkas network interface, sesuaikan dengan domain dan network environtment Anda

# vi /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback

iface eth0 inet static
address 192.168.1.4
netmasks 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 192.168.1.4
dns-search blankonf.blankon.in

Install Bind9

# apt-get install bind9
# vi /etc/resolv.conf
domain blankonf.blankon.in
nameserver 192.168.1.4

# vi /etc/bind/named.conf
include "/usr/local/samba/private/named.conf";

# vi /etc/default/bind9
RESOLVCONF=no
OPTIONS="-4 -u bind"

Periksa konfigurasi Bind, jika tidak ada error maka konfigurasi Anda sudah benar

# named-checkconf

Restart service Bind

# /etc/init.d/bind9 restart

3. Konfigurasi Kerberos

Salin tempel berkas konfigurasi “krb5.conf”

# mv /etc/krb5.conf /etc/krb5.conf.orig
# cp /usr/local/samba/share/setup/krb5.conf /etc/

Ganti ${REALM} dengan nama domain Anda

# vi /etc/krb5.conf
[libdefaults]
default_realm = BLANKONF.BLANKON.IN
dns_lookup_realm = false
dns_lookup_kdc = true

Testing Bind dan Kerberos, jika hasilnya error, silakan periksa kembali konfigurasinya.

# host -t A samba.blankonf.blankon.in.
samba.blankonf.blankon.in has address 192.168.1.4

# host -t SRV _ldap._tcp.blankonf.blankon.in.
_ldap._tcp.blankonf.blankon.in has SRV record 0 100 389 samba.blankonf.blankon.in.

# host -t SRV _kerberos._udp.blankonf.blankon.in.
_kerberos._udp.blankonf.blankon.in has SRV record 0 100 88 samba.blankonf.blankon.in.

Konfigurasi dynamic DNS update Bind via kerberos

# vi /etc/bind/named.conf.options
options {
	directory "/var/cache/bind";
	dnssec-validation auto;
	auth-nxdomain no;    # conform to RFC1035
	listen-on-v6 { any; };
	tkey-gssapi-keytab "/usr/local/samba/private/dns.keytab";
};

Testing kerberos

# kinit administrator@BLANKONF.BLANKON.IN
Password for administrator@BLANKONF.BLANKON.IN:
Warning: Your password will expire in 36 days on Tue Jan  8 16:55:50 2013
# klist
Ticket cache: FILE:/tmp/krb5cc_0
Default principal: administrator@BLANKONF.BLANKON.IN

Valid starting     Expires            Service principal
12/03/12 16:48:27  12/04/12 02:48:27  krbtgt/BLANKONF.BLANKON.IN@BLANKONF.BLANKON.IN
renew until 12/04/12 16:48:22

Buat init script untuk start/stop/restart samba4

# wget http://anonscm.debian.org/loggerhead/pkg-samba/samba4/unstable/download/head:/1833%40fc4039ab-9d04-0410-8cac-899223bdd6b0:trunk%252Fsamba4:debian%252Fsamba4.init/samba4.init -O /etc/init.d/samba4
# sed -i 's|/usr/sbin|/usr/local/samba/sbin|g' /etc/init.d/samba4
# chmod 755 /etc/init.d/samba4
# update-rc.d samba4 defaults

Jika semua langkah diatas sudah berjalan normal, tinggal testing join domain, setting GPO dll.

Referensi : Samba4/HOWTO

Membuat "Recycle bin" pada Samba4

Posted on

Kehilangan data saat file yang ada di “sharing data” samba terhapus?, solusinya adalah dengan cara membuat  Recycle bin, agar file yang dihapus tidak langsung hilang tapi akan ada di Recycle bin.

Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Tambahkan konfigurasi berikut pada konfigurasi bagian file sharing di berkas smb.conf

[share]
        path = /data
        comment = Sharing Data
        read only = no
        browseable = yes
        writeable = yes
        guest ok = yes

        vfs object = recycle
        config file = /usr/local/samba/etc/recycle.conf
        recycle:repository = Recycle Bin
        recycle:keeptree = Yes
        recycle:versions = Yes

2. Buat berkas konfigurasinya :

# vi /usr/local/samba/etc/recycle.conf
name = Recycle Bin
mode = KEEP_DIRECTORIES|VERSIONS|TOUCH
maxsize = 0
exclude = *.tmp|*.temp|*.o|*.obj|~$*|*.~??|*.log|*.trace
excludedir = /tmp|/temp|/cache
noversions = *.doc|*.ppt|*.dat|*.ini|*.xls|*.pdf

3. Setelah selesai silakan restart samba
4. Test dengan menghapus file yang ada pada folder sharing “share”, maka akan muncul folder “Recycle Bin”

Referensi : Membuat Recycle Samba Linux

Noted :
Pada link referensi tersebut, jika kita salin tempel konfigurasi “smb.conf ” nya, maka akan muncul error saat samba start :

smbd: Ignoring unknown parameter "config-file"

Kesimpulannya adalah pada samba4 parameter “config-file” tidak ada, yang ada adalah “config file”.