Howto

Langkah-langkah instalasi osTicket di Debian Wheezy

Posted on

osTicket is the world’s most popular and trusted open source customer support ticketing system. osTicket is designed to help you improve customer service by providing your staff with a customer support platform they need to deliver fast, effective and measurable support.

osTicket is a FREE, open source software released under GPL license. Our core features and usability not only rival, but also exceed those of most bloated commercial helpdesk solutions.

osTicket is powerful, yet simple to use. This ensures that your staff can quickly begin using the system without any headaches or hassles, and with very little or no training.

Itu adalah kutipan dari website resminya tentang apa itu osTicket dan apa gunanya osTicket, dan berikut ini adalah langkah-langkah instalasinya:

# apt-get install mysql-server mysql-client
# mysql_secure_installation
# apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5 php5-mysql php5-curl php5-gd php5-idn php-pear 
  php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-ming php5-ps php5-pspell php5-recode 
  php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl
# mysql -u root -p
Enter password:

mysql> CREATE USER 'osticket'@'localhost' IDENTIFIED BY 'p@ssw0rd';
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> GRANT USAGE ON * . * TO 'osticket'@'localhost' IDENTIFIED BY 'p@ssw0rd' WITH MAX_QUERIES_PER_HOUR 0 MAX_CONNECTIONS_PER_HOUR 0 MAX_UPDATES_PER_HOUR 0 MAX_USER_CONNECTIONS 0 ;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> CREATE DATABASE IF NOT EXISTS `osticket` ;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON `osticket` . * TO 'osticket'@'localhost';
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> FLUSH PRIVILEGES;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
# cd /var/www/ 
# wget http://osticket.com/dl/osTicket-v1.7.1.zip
# unzip osTicket-v1.7.1.zip
# ln -s upload osticket
# chown -R www-data:www-data upload
# cp include/ost-sampleconfig.php include/ost-config.php
# chmod 0666 include/ost-config.php

Akses ke http://ip_server/osticket
Ikuti langkah-langkah instalasinya hingga selesai, jika ada error maka akan tampil di halaman instalasi tersebut.

Untuk keamanan, setelah instalasinya selesai, lakukan hal dibawah ini:

# chmod 0664 /var/www/osticket/include/ost-config.php
# rm -rf /osticket/setup

osticket

Sekian dan semoga bermanfaat.

Membuat virtual machine di Virtualbox menggunakan Command Line

Posted on

Dalam tulisan ini, Host OS menggunakan Debian wheezy, kemudian diinstall virtualbox versi 4.1.18 dan Extension_Pack-4.1.8.

Untuk Guest OS nya diberi nama “wheezy” yang akan di-install Debian Wheezy netinst menggunakan berkas iso “debian-7.1.0-i386-netinst.iso” yang sebelumnya sudah diunggah ke “/home/vbox” yang merupakan home folder dari user “vbox” selaku user virtualbox.

Install virtualbox

# apt-get update
# apt-get install virtualbox

Buat user vbox

# useradd -m vbox -G vboxusers,cdrom
# passwd vbox
# su - vbox

Mulai tahapan pembuatan virtual machine-nya.

$ VBoxManage createvm --name wheezy --ostype Debian --register
Virtual machine 'wheezy' is created and registered.
UUID: e0e4a4fe-5ae5-4602-bb16-459f22424a8b
Settings file: '/home/vbox/VirtualBox VMs/wheezy/wheezy.vbox'

Check interface yang kita gunakan, karena kita akan menggunakan interface tersebut nantinya.

$ /sbin/ifconfig -a
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0c:29:86:8e:e5
          inet addr:10.xxx.xxx.xxx  Bcast:10.xxx.xxx.xxx  Mask:255.255.255.0
$ VBoxManage modifyvm "wheezy" --memory 2048 --acpi on --boot1 dvd --nic1 bridged --bridgeadapter1 eth0

Periksa konfigurasi yang barusan kita lakukan

$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "Memory size"
Memory size:     2048MB
$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "NIC 1"
NIC 1:  MAC: 080027D85B5D, Attachment: Bridged Interface 'eth0', Cable connected: on, Trace: off (file: none), Type: 82540EM, Reported speed: 0 Mbps, Boot priority: 0, Promisc Policy: deny

Proses pembuatan harddisk, dengan format VDI (bisa juga diset ke VMDK atau VHD)

$ VBoxManage createhd --filename ~/VirtualBox VMs/wheezy/wheezy.vdi --size 10000 --format VDI
0%...10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100%
Disk image created. UUID: 252a25f2-0327-42e1-b117-ddad42da1b09

Pasang disk yang tadi kita buat

$ VBoxManage storagectl wheezy --name "SATA Controller" --add sata --controller IntelAhci
$ VBoxManage storageattach "wheezy" --storagectl "SATA Controller" --port 0 --device 0 --type hdd --medium ~/VirtualBox VMs/wheezy/wheezy.vdi

Pasang berkas iso debian-7.1.0-i386-netinst.iso

$ VBoxManage storagectl wheezy --name "IDE Controller" --add ide --controller PIIX4
$ VBoxManage storageattach wheezy --storagectl "IDE Controller" --port 1 --device 0 --type dvddrive --medium ~/debian-7.1.0-i386-netinst.iso
$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "IDE Controller"
Storage Controller Name (1):            IDE Controller
IDE Controller (1, 0): /home/vbox/debian-7.1.0-i386-netinst.iso (UUID: c0d2679e-1fd5-4e57-8967-c68218c00c7e)

Meng-enable remote desktop, untuk kemudahan dalam proses instalasi Guest OS nantinya.

$ VBoxManage modifyvm wheezy --vrde on
$ VBoxManage modifyvm wheezy --vrdemulticon on --vrdeport 3389
$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "VRDE"
VRDE:            enabled (Address 0.0.0.0, Ports 3389, MultiConn: on, ReuseSingleConn: off, Authentication type: null)
VRDE Connection:    not active

Start vm yang sudah dibuat

$ VBoxHeadless --startvm wheezy
Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.1.18_Debian
(C) 2008-2013 Oracle Corporation
All rights reserved.

VRDE server is listening on port 3389.

Muncul keterangan bahwa VRDE sudah listen di port 3389, artinya saatnya kita lakukan remote desktop menggunakan remote dektop fasilitas dari Windows.

vrde_virtualbox

Sekian dan semoga bermanfaat.

Langkah-langkah downgrade versi PHP di Debian Wheezy

Posted on

Ceritanya mau mindahin aplikasi dari server sebelah ke Debian Wheezy, dan developernya minta di downgrade PHP nya dari 5.4 ke 5.3, alasannya musti ngedit code & framework kalau tetep dipaksain menggunakan PHP 5.4.

Google sebentar, nemu link dan cobain, Alhamdulillah berhasil.

# vi /etc/apt/sources.list

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free

Periksa php dan module versi 5.4 yang terpasang :

# dpkg -l | grep php| awk '{print $2}' |tr "n" " "

Sunting berkas /etc/apt/preferences.d/preferences dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda, silahkan dibuat jika berkas tersebut tidak ada.

# vi /etc/apt/preferences.d/preferences

Package: php5*
Pin: release a=oldstable
Pin-Priority: 700

Package: libapache2-mod-php5
Pin: release a=oldstable
Pin-Priority: 700

Package: php-pear
Pin: release a=oldstable
Pin-Priority: 700

Package: *
Pin: release a=stable
Pin-Priority: 600

Hapus paket-paket PHP versi 5.4 beserta modul-modulnya.

# aptitude remove `dpkg -l | grep php| awk '{print $2}' |tr "n" " "`

Install paket  PHP 5.3 beserta modul-modul yang dibutuhkan.

# apt-get update
# apt-get -t oldstable install `dpkg -l | grep php5| awk '{print $2}' |tr "n" " "`

Install juga paket-paket tambahannya

# apt-get install php-pear uw-mailutils libgd-tools liblcms-utils libmagick core3-extra libmcrypt-dev mcrypt memcached

Periksa list paket PHP dan modul-modul yang terinstall.

# dpkg -l | grep php

Clonning zone/container Solaris

Posted on

Ini adalah langkah-langkah cara melakukan clonning terhadap zone/container di Solaris, dalam tulisan ini dicontohkan bahwa kita akan melakukan clonning dari zone “sumber” menjadi zone “tujuan”.

root@globalzone # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0 global            running    /                              native   shared
1 sumber            running    /zone/sumber                   native   shared

Terlihat hanya ada satu non-global zone yaitu zone “sumber”

Matikan zone “sumber” dan export konfigurasi zone “sumber”

root@globalzone # zoneadm -z sumber halt
root@globalzone # zonecfg -z sumber export -f /zone/tujuan.cfg

Sesuaikan dengan konfigurasi zone Anda, dalam contoh ini hanya zonepath serta alamat ip yang disesuaikan.

root@globalzone # cat /zone/tujuan.cfg
create -b
set zonepath=/zone/tujuan
set autoboot=true
set ip-type=shared
add net
set address=10.87.2.20
set physical=bge0
end
add dedicated-cpu
set ncpus=1-2
end

Buat zone kosong berdasarkan dari konfigurasi yang tadi kita export.

root@globalzone # zonecfg -z tujuan -f /zone/tujuan.cfg

Lakukan clonning

root@globalzone # # zoneadm -z tujuan clone sumber
Copying /zone/sumber...

root@globalzone # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0 global            running    /                              native   shared
- sumber            installed  /zone/sumber                   native   shared
- tujuan            installed  /zone/tujuan                   native   shared

Jika sudah seperti ini tinggal nyalakan zone “tujuan” dan ikuti step-step yang muncul dilayar hingga finish.

root@globalzone # zoneadm -z tujuan boot
root@globalzone # zlogin -C tujuan

Selamat, proses clonning berhasil dan saatnya berexperimen.

Langkah-langkah memindahkan zone/container Solaris ke mesin yang berbeda

Posted on

Berikut ini adalah tutorial langkah-langkah memindahkan zone/container Solaris ke mesin yang berbeda, disini kita akan memindahkan “zone01” dari server “source” ke server “destination”

Server source dan server target sama-sama mempunyai sistem operasi Solaris 10/08, dan kebetulan juga tipe mesin yang sama “Sun Sparc M5000”.

List semua zone yang ada di server “source”, terlihat bahwa kita punya “global zone” dan “zone01”, apa perbedaan global zone dan non-global zone? silakan menuju ke link berikut ini.

root@source # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
1  zone01           running    /zone/zone01                   native   shared

Matikan zone yang akan kita pindah, dalam hal ini adalah “zone01”

root@source # zoneadm -z zone01 halt
root@source # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           installed  /zone/zone01                   native   shared

Terlihat bahwa status “zone01” berubah menjadi “installed”

Langkah selanjutnya adalah men-detach “zone01”, setelah itu cek kembali, seharusnya status “zone01” akan berubah menjadi “configured”.

root@source # zoneadm -z zone01 detach
root@source # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           configured /zone/zone01                   native   shared

Setelah status “zone01” berubah menjadi “configured” maka langkah selanjutnya adalah masuk ke folder dimana “zone01” berada (dalam hal ini ada di /zone), kemudian kompres folder “zone01” dan salin ke mesin “destination”.

root@source # cd /zone
root@source # tar cvf - zone01 | gzip -c > /backup/zone01.tar.gz
root@source # cd /backup
root@source # scp zone01.tar.gz user@destination:/zone/

Setelah selesai menyalin, saatnya bekerja pada server “destination”.

Masuk ke folder “/zone” kemudian extract berkas hasil salin dari mesin “source” (zone01.tar.gz)

root@destination # cd /zone
root@destination # gunzip < zone01.tar.gz | tar xvf -

Setelah selesai proses extract, maka saatnya kita membuat zone dengan nama “zone01”.

root@destination # zonecfg -z zone01
zone01: No such zone configured
Use 'create' to begin configuring a new zone.
zonecfg:zone01> create -a /zone/zone01
zonecfg:zone01> commit
zonecfg:zone01> exit

Coba kita cek kembali zone yang ada di server “destination”, seharusnya muncul zone01 dengan status “configured”

root@destination # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           configured /zone/zone01                   native   shared

Saatnya attach “zone-01”, pastikan tidak muncul galat.

root@destination # zoneadm -z zone01 attach
These patches installed on the source system are inconsistent with this system:
119788-10: not installed
121081: version mismatch
(08) (06)

Jika muncul galat seperti diatas, lakukan langkah dibawah ini, kemudian coba attach kembali “zone01” nya.

root@destination # echo 121081 >> /usr/lib/brand/native/bad_patches
root@destination # echo 119788 >> /usr/lib/brand/native/bad_patches
root@destination # zoneadm -z zone01 attach
root@destination # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           installed  /zone/zone01                   native   shared

Yes…! status “zone01” sudah berubah menjadi “installed”, artinya “zone01” sudah berhasil dipindah ke mesin “destination”, langkah selanjutnya adalah coba menyalakan zone tersebut di mesin “destination”

root@destination # zoneadm -z zone01 boot
root@destination # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
1  zone01           running    /zone/zone01                   native   shared

Alhamdulillah, “zone01” statusnya sudah berubah menjadi “running” yang artinya zone tersebut sudah hidup di mesin “destination”, selanjutnya silakan coba login ke “zone01”

root@destination # zlogin -C zone01

Untuk keluar dari console login “zone01” gunakan “tilde” + “titik” (~.)