Monitoring Trafik Gateway/Proxy dengan CACTI di Ubuntu Server 8.04

Posted on Updated on


Cacti adalah salah satu aplikasi open source yang berfungsi untuk memonitoring network, baik dalam bentuk server maupun device yang lain yang kemudian menampilkannya dalam bentuk grafik. Semuanya dikemas secara intuitif, mudah digunakan, mudah dipahami baik penggunaan untuk local area network hingga network yang kompleks dengan ratusan device.

Disini kita akan mencoba menampilkan grafik trafik dari eth0 dan eth1 dari sebuah mesin Proxy, langsung saja, ini adalah step-step instalasi dan konfigurasinya :

* Install paket-paket yang dibutuhkan

$ sudo aptitude install mysql-server cacti snmpd

Jangan lupa konfigurasi sekalian databasenya, dengan mengikuti wizard yang tampil sesaat setelah menjalankan command diatas.

* Konfigurasi snmp

$ cd /etc/snmp/
$ sudo cp snmpd.conf snmpd.conf.bak
$ sudo -i
$ echo “rocommunity pr0xy” > snmpd.conf
(pr0xy adalah nama community yang akan digunakan)

$ sudo vim /etc/default/snmpd

Agar snmp tidak hanya berjalan di localhost, silahkan edit baris berikut :

SNMPDOPTS=’-Lsd -Lf /dev/null -u snmp -I -smux -p /var/run/snmpd.pid 127.0.0.1

Menjadi :

SNMPDOPTS=’-Lsd -Lf /dev/null -u snmp -I -smux -p /var/run/snmpd.pid’

Setelah itu kita restart daemon snmpd nya

$ sudo /etc/init.d/snmpd restart

* Test konfigurasi snmp nya

snmpwalk -Os -c pr0xy -v 1 localhost system

Jika hasilnya timeout, berarti ada yang salah dengan konfigurasi snmp nya, silahkan dicek kembali.

* Konfigurasi cacti

Buka browser kemudian ketikkan ipaddress server cacti, nanti akan muncul halaman instalasi cacti, ikuti saja sampai selesai, pastikan semua requirementnya terpenuhi, dan pastikan semua berjalan tanpa error.

http://192.168.0.1/cacti/

Setelah selesai kita akan dihadapakan dengan form login, silahkan login dengan menggunakan Username : admin & Passsword : admin, kemudian silahkan ganti password admin tersebut.

Posisi kita sekarang ada di halaman administrasi cacti, langsung saja kita ke “Host Template”, kemudian klik “Local Linux Machine”

Kemudian tambahkan “Interface – Traffic (bit/sec)” ke “Associated Graph Templates” dan “SNMP – Interface Statistics” ke “Associated Data Queries”, kemudian simpan.

Langkah selanjutnya kita klik “Devices” kemudian klik tombol “add” sebelah kanan atas, dan masukkan informasi-informasi berikut:

Description : Proxy
Hostname : 192.168.0.1
Host Template : Local Linux Machine

Downed Device Detection : Ping and SNMP
Ping Method : UDP Ping
Ping Port : 23
Ping Timeout Value : 400
Ping Retry Count : 1

SNMP Version : Version 1
SNMP Community : pr0xy
SNMP Port :    161
SNMP Timeout : 500
Maximum OID’s Per Get Request : 10

Kemudian simpan konfigurasi diatas, kemudian klik “Create Graphs for this Host” disebelah kanan atas.

Checklist pada “Create: Interface – Traffic (bits/sec)” dan jangan lupa checklist juga “eth0” dan “eth1” pada kolom “Data Query [SNMP – Interface Statistics]”

Setelah selesai jangan lupa letakkan dua graph yang barusan kita buat tersebut ke Tree agar bisa dilihat hasilnya.

Screenshoot hasil akhir

cacti-fix

13 thoughts on “Monitoring Trafik Gateway/Proxy dengan CACTI di Ubuntu Server 8.04

    kliwon said:
    November 30, 2008 at 12:43 am

    mantabz boss….ditunggu proyek install cacti selanjutnya😀 , apa kita ganti pake zenoss aja…

    Wisu said:
    November 30, 2008 at 12:58 am

    Zenoss Don!
    lebih maknyus….

    th3nux3r said:
    December 3, 2008 at 3:23 am

    dear om invaleed.

    Mau Tanya, Apakah memang ubuntu Server yang versi 8.04 sudah layak untuk dijadikan server live yang menangani banyak subnet dalam jaringan. Soalnya saya dulu sudah pernah mencoba Ubuntu Server 7.04 dijadikan sebagai gateway dan proxy untuk sekitar 500 komputer yang terhubung dalam jaringan. Hanya bertahan beberapa hari, dan kemudian pingsan dengan sempurna.😀

    Dan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan opensuse dalam masalah ini, yang sampai saat ini(Sudah sekitar 1 tahun) tidak pernah hang.

    Terima Kasih

    invaleed responded:
    December 3, 2008 at 3:36 am

    @ th3nux3r

    Sebetulnya dari versi2 sebelumnya, edisi server memang didesain untuk server, jadi klo ditanya layak apa tidak, ya jawabannya “sangat layak”, apalagi yang versi LTS yang supportnya lebih lama, saya yakin sangat layak.

    Untuk kasus om Firdaus, saya rasa bukan dikarenakan OS nya, tapi lebih ke spesifikasi mesinnya, seperti kita ketahui, proxy (squid) sangat butuh resource tinggi (terutama memory dan rpm HD), apalagi jika ditambah dengan software-software generate report (sarg, mrtg, cacti, dll)

    Mesin saya, Intel Celeron 1.8 GHz, HD SATA 120GB, dan Memory 2GB, menghandle kira2 150an komputer, Alhamdulillah masih aman, walau swapnya udah mulai kemakan (saatnya nambah memory fisik).

    Jadi untuk optimalisasi, silakan sesuaikan spesifikasi mesin dengan load yang akan dia handle…

    Sebagai gambaran, dikantor saya yang dulu, ada mesin pentium 3 dengan memory 1.5GB, menghandle 80an klien, dah 4 tahun aman2 saja, sampai skrg masih digunakan, OS nya menggunakan Ubuntu 6.06 (klo nggak salah inget)

    th3nux3r said:
    December 3, 2008 at 11:02 am

    sorry neeh om aku menanggapi lagi, om bilang kan bukan karena OS tapi lebih ke spesifikasi mesin dengan load yang akan dia handle. Lalu kenapa dengan Ubuntu 7.04 hanya bertahan beberapa hari sedangkan dengan Open Suse 10.3 bisa bertahan cukup lama?

    Apakah saya ada yang salah setting di Ubuntu? atau memang perlu ada tips2 khusus untuk tweaking ubuntunya?

    Thx U

    invaleed responded:
    December 3, 2008 at 11:52 am

    @ th3nux3r
    Secara pastinya saya kurang ngerti, tapi harusnya bisa ditroubleshoot dengan melihat log ketika mesin Ubuntu itu hang/mati.

    Btw, apakah settingan antara Ubuntu dan Opensusenya sama? biar bisa mbandingin head to head gitu.

    whoiskliwon said:
    December 5, 2008 at 8:52 am

    wihh..head to head..serem ah..benjol dua-duanya keknya..

    *kaboorrr******

    invaleed responded:
    December 5, 2008 at 9:04 am

    @ whoiskliwon
    Hehehe… keren to jawabanku? ben sing takon wedhi dhisik😀

    whoiskliwon said:
    December 6, 2008 at 8:57 am

    waakakaka..oke la pasti invaleed wes duwe jawabane…:P

    cukupcs said:
    January 4, 2009 at 11:07 am

    mau tanya mas.
    bisa tidak squid dan loadbalancing di jadikan dalam 1 mesin server
    makasih atas jawabanya

    invaleed responded:
    January 4, 2009 at 11:23 am

    Bisa, dan selama ini untuk loadbalancing kata orang enak pake pfsense (udah ada modul squidnya jg)

    sumodirjo said:
    January 6, 2009 at 2:03 am

    saya pake pfsense untuk loadbalancing untuk tiga link speedy, so far baik2 saja. tapi squid dibelakang itu jadi mesin terpisah karena kebetulan ada beberapa mesin nganggur. sayangnya pfsense hanya WAN1 yang mode bridge jadi WAN2 dan WAN3 masih harus pake router modem. pengen nyobain vyatta kayaknya seru:)

    O ya yang saya penasaran grafik real time di pfsense itu buatnya pake apa ya, seru kayaknya kalau cacti bisa gini:)

    http://www.routerwireless.biz said:
    January 22, 2009 at 3:49 am

    keren nich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s