Clonning zone/container Solaris

Ini adalah langkah-langkah cara melakukan clonning terhadap zone/container di Solaris, dalam tulisan ini dicontohkan bahwa kita akan melakukan clonning dari zone “sumber” menjadi zone “tujuan”.

root@globalzone # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0 global            running    /                              native   shared
1 sumber            running    /zone/sumber                   native   shared

Terlihat hanya ada satu non-global zone yaitu zone “sumber”

Matikan zone “sumber” dan export konfigurasi zone “sumber”

root@globalzone # zoneadm -z sumber halt
root@globalzone # zonecfg -z sumber export -f /zone/tujuan.cfg

Sesuaikan dengan konfigurasi zone Anda, dalam contoh ini hanya zonepath serta alamat ip yang disesuaikan.

root@globalzone # cat /zone/tujuan.cfg
create -b
set zonepath=/zone/tujuan
set autoboot=true
set ip-type=shared
add net
set address=10.87.2.20
set physical=bge0
end
add dedicated-cpu
set ncpus=1-2
end

Buat zone kosong berdasarkan dari konfigurasi yang tadi kita export.

root@globalzone # zonecfg -z tujuan -f /zone/tujuan.cfg

Lakukan clonning

root@globalzone # # zoneadm -z tujuan clone sumber
Copying /zone/sumber...

root@globalzone # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0 global            running    /                              native   shared
- sumber            installed  /zone/sumber                   native   shared
- tujuan            installed  /zone/tujuan                   native   shared

Jika sudah seperti ini tinggal nyalakan zone “tujuan” dan ikuti step-step yang muncul dilayar hingga finish.

root@globalzone # zoneadm -z tujuan boot
root@globalzone # zlogin -C tujuan

Selamat, proses clonning berhasil dan saatnya berexperimen.

Langkah-langkah memindahkan zone/container Solaris ke mesin yang berbeda

Berikut ini adalah tutorial langkah-langkah memindahkan zone/container Solaris ke mesin yang berbeda, disini kita akan memindahkan “zone01″ dari server “source” ke server “destination”

Server source dan server target sama-sama mempunyai sistem operasi Solaris 10/08, dan kebetulan juga tipe mesin yang sama “Sun Sparc M5000″.

List semua zone yang ada di server “source”, terlihat bahwa kita punya “global zone” dan “zone01″, apa perbedaan global zone dan non-global zone? silakan menuju ke link berikut ini.

root@source # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
1  zone01           running    /zone/zone01                   native   shared

Matikan zone yang akan kita pindah, dalam hal ini adalah “zone01″

root@source # zoneadm -z zone01 halt
root@source # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           installed  /zone/zone01                   native   shared

Terlihat bahwa status “zone01″ berubah menjadi “installed”

Langkah selanjutnya adalah men-detach “zone01″, setelah itu cek kembali, seharusnya status “zone01″ akan berubah menjadi “configured”.

root@source # zoneadm -z zone01 detach
root@source # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           configured /zone/zone01                   native   shared

Setelah status “zone01″ berubah menjadi “configured” maka langkah selanjutnya adalah masuk ke folder dimana “zone01″ berada (dalam hal ini ada di /zone), kemudian kompres folder “zone01″ dan salin ke mesin “destination”.

root@source # cd /zone
root@source # tar cvf - zone01 | gzip -c > /backup/zone01.tar.gz
root@source # cd /backup
root@source # scp zone01.tar.gz user@destination:/zone/

Setelah selesai menyalin, saatnya bekerja pada server “destination”.

Masuk ke folder “/zone” kemudian extract berkas hasil salin dari mesin “source” (zone01.tar.gz)

root@destination # cd /zone
root@destination # gunzip < zone01.tar.gz | tar xvf -

Setelah selesai proses extract, maka saatnya kita membuat zone dengan nama “zone01″.

root@destination # zonecfg -z zone01
zone01: No such zone configured
Use 'create' to begin configuring a new zone.
zonecfg:zone01> create -a /zone/zone01
zonecfg:zone01> commit
zonecfg:zone01> exit

Coba kita cek kembali zone yang ada di server “destination”, seharusnya muncul zone01 dengan status “configured”

root@destination # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           configured /zone/zone01                   native   shared

Saatnya attach “zone-01″, pastikan tidak muncul galat.

root@destination # zoneadm -z zone01 attach
These patches installed on the source system are inconsistent with this system:
119788-10: not installed
121081: version mismatch
(08) (06)

Jika muncul galat seperti diatas, lakukan langkah dibawah ini, kemudian coba attach kembali “zone01″ nya.

root@destination # echo 121081 >> /usr/lib/brand/native/bad_patches
root@destination # echo 119788 >> /usr/lib/brand/native/bad_patches
root@destination # zoneadm -z zone01 attach
root@destination # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
-  zone01           installed  /zone/zone01                   native   shared

Yes…! status “zone01″ sudah berubah menjadi “installed”, artinya “zone01″ sudah berhasil dipindah ke mesin “destination”, langkah selanjutnya adalah coba menyalakan zone tersebut di mesin “destination”

root@destination # zoneadm -z zone01 boot
root@destination # zoneadm list -cv
ID NAME             STATUS     PATH                           BRAND    IP
0  global           running    /                              native   shared
1  zone01           running    /zone/zone01                   native   shared

Alhamdulillah, “zone01″ statusnya sudah berubah menjadi “running” yang artinya zone tersebut sudah hidup di mesin “destination”, selanjutnya silakan coba login ke “zone01″

root@destination # zlogin -C zone01

Untuk keluar dari console login “zone01″ gunakan “tilde” + “titik” (~.)

"Ubah" serial number server SUN Solaris menggunakan command "sneep"

Sore ini saat hendak melakukan inventory, ada sedikit keanehan dimana ada dua mesin Solaris X4170 yang serial numbernya SAMA saat diperiksa menggunakan command “sneep“.

Setelah cek dan ricek ternyata hal ini dikarenakan mesin yang satunya diinstall menggunakan metode “Flash Archive”, jadi serial number mesin source terbawa ke mesin target (serial number yang dimaksud adalah serial number yang disimpan di eeprom)

# sneep -A
Sneep has found more than one possible value for Serial Number.
The Serial Numbers available on this system are:
eeprom     : 1213XXX0L2
ipmi       : 1213XXX0L4
smbios     : 1213XXX0L4
backup     : 1213XXX0L2
explorer   : 1213XXX0L2
To change the serial number reported, use 'sneep -s ActualSerialNumber'

Terlihat bahwa serial number nya tidak sama antara yang di eeprom dan yang ada di bios, untuk itu kita harus set agar sama, tapi bagaimana kita bisa tahu mana serial number yang valid?

Cara pertama dan paling mudah adalah check di fisik mesinnya, disitu akan terlihat berapa serial number yang valid.

Cara kedua kita gunakan command :

# smbios -t SMB_TYPE_SYSTEM | grep Serial
Serial Number: 1213XXX0L4

Dari situ terlihat bahwa serial number mesin tersebut yang valid adalah : 1213XXX0L4

Langkah selanjutnya kita tinggal set serial numbernya, sesuaikan dengan hasil ouput dari command sebelumnya.

# sneep -s 1213XXX0L4

Kemudian periksa kembali serial numbernya :

# sneep -A
All sneep data sources are consistent.
Serial Number: 1213XXX0L4

Selesai

pam_authtok_check:pam_sm_chauthtok: Dictionary database not present – Solved

Hari ini ada salah satu user yang password login ke server Solaris expired, dan ketika user tersebut meng-input password lamanya maka akan muncul prompt untuk mengetik “New password:”, dan ketika user tersebut memasukkan password baru maka selalu muncul “Access denied” walaupun sudah mengikuti syarat kombinasi password yang ditentukan.

Setelah dicek di log  muncul error seperti dibawah ini :

# tail -f /var/adm/messages
sshd[15627]: [ID 645138 auth.error] pam_authtok_check:pam_sm_chauthtok: Dictionary database not present.

Solusinya :

Sunting berkas konfigurasi “/etc/default/passwd”, pastikan parameter “DICTIONLIST” nya benar.

# vi /etc/default/passwd
DICTIONLIST=/usr/share/lib/dict/words

Alhamdulillah.

Cara sakti deteksi disk baru (dari FC-Storage) di Solaris

Judul yang sangat provokatif, tapi mudah-mudahan bermanfaat

# devfsadm -cv

Periksa apakah disk barunya sudah muncul?

# echo | format
Searching for disks...done

AVAILABLE DISK SELECTIONS:
0. c0t0d0 <SUN72G cyl 14087 alt 2 hd 24 sec 424>
/pci@0,600000/pci@0/pci@8/pci@0/scsi@1/sd@0,0
1. c0t1d0 <SUN72G cyl 14087 alt 2 hd 24 sec 424>
/pci@0,600000/pci@0/pci@8/pci@0/scsi@1/sd@1,0
2. c1t60060E8006D6D3000000D6D300000C00d0 <SUN-LCSM100_F-0670 cyl 34814 alt 2 hd 128 sec 64>
/scsi_vhci/ssd@g60060e8006d6d3000000d6d300000c00
3. c1t60060E8006D6D3000000D6D300000C01d0 <SUN-LCSM100_F-0670 cyl 34677 alt 2 hd 128 sec 64>
/scsi_vhci/ssd@g60060e8006d6d3000000d6d300000c01

Ternyata belum, kita lakukan cara sakti berikutnya :

Periksa port FC yang terkoneksi

# luxadm -e port
/devices/pci@3,700000/SUNW,qlc@0/fp@0,0:devctl                     CONNECTED
/devices/pci@3,700000/SUNW,qlc@0,1/fp@0,0:devctl                   CONNECTED

Lakukan forcelip

# luxadm -e forcelip /devices/pci@3,700000/SUNW,qlc@0/fp@0,0:devctl
# luxadm -e forcelip /devices/pci@3,700000/SUNW,qlc@0,1/fp@0,0:devctl
# echo | format
Searching for disks…done

AVAILABLE DISK SELECTIONS:
0. c0t0d0 <SUN72G cyl 14087 alt 2 hd 24 sec 424>
    /pci@0,600000/pci@0/pci@8/pci@0/scsi@1/sd@0,0
1. c0t1d0 <SUN72G cyl 14087 alt 2 hd 24 sec 424>
    /pci@0,600000/pci@0/pci@8/pci@0/scsi@1/sd@1,0
2. c1t60060E8006D6D3000000D6D300000C00d0 <SUN-LCSM100_F-0670 cyl 34814 alt 2 hd 128 sec 64>
    /scsi_vhci/ssd@g60060e8006d6d3000000d6d300000c00
3. c1t60060E8006D6D3000000D6D300000C01d0 <SUN-LCSM100_F-0670 cyl 34677 alt 2 hd 128 sec 64>
    /scsi_vhci/ssd@g60060e8006d6d3000000d6d300000c01
4. c1t60060E8006D6D3000000D6D300000C02d0 <HITACHI-OPEN-V-SUN-7003 cyl 65533 alt 2 hd 15 sec 1066>
    /scsi_vhci/ssd@g60060e8006d6d3000000d6d300000c02

Dah muncul tuh :)